Pengaturan parkir di kawasan heritage Kayutangan dinilai membantu penataan kendaraan, namun masih menyisakan tantangan bagi juru parkir dan pengunjung.
Malang – Kebijakan parkir di kawasan wisata heritage Kayutangan, Kota Malang, menuai beragam tanggapan dari juru parkir maupun pengunjung. Kehadiran gedung parkir yang diharapkan dapat menata kendaraan justru dinilai masih menyisakan sejumlah kendala di lapangan.
Saiful, salah satu juru parkir di kawasan Kayutangan, mengaku adanya gedung parkir berdampak pada penurunan pendapatannya. Menurutnya, meski aturan parkir tidak banyak berubah, jumlah kendaraan yang parkir di titik tempatnya bekerja berkurang sejak fasilitas parkir terpusat mulai digunakan.
“Kalau kebijakannya tetap, tapi pendapatan saya berkurang karena adanya gedung parkir itu,” ujar Saiful saat ditemui di kawasan Kayutangan.

Ia menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya menguntungkan bagi juru parkir. Dibandingkan sebelumnya, kondisi saat ini dianggap membuat pendapatan mereka menurun.
Di sisi lain, pengunjung juga merasakan dampak dari pengaturan parkir yang diterapkan. Nadia, salah satu wisatawan yang berkunjung ke Kayutangan, mengatakan lokasi parkir yang tersedia terkadang cukup jauh dari area tujuan sehingga membuat pengunjung harus berjalan lebih jauh.
“Kadang agak sulit cari tempat parkir. Jadi lokasinya jauh dari tempat yang ingin dituju,” kata Nadia.

Meski demikian, ia mendukung upaya penataan parkir demi mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan wisata tersebut. Menurutnya, yang perlu diperbaiki adalah pelayanan dan pengaturan kendaraan saat kondisi ramai.
“Pengaturan kendaraan perlu lebih rapi, terutama saat ramai, supaya tidak terjadi kemacetan dan pengunjung lebih nyaman,” tambahnya.
Kawasan Kayutangan sendiri merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Malang yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan akan sistem parkir yang tertata menjadi semakin penting.
Melalui berbagai masukan dari juru parkir dan pengunjung, pengelolaan parkir di Kayutangan diharapkan dapat terus dievaluasi agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan tanpa mengabaikan keberlangsungan mata pencaharian para juru parkir yang bekerja di kawasan tersebut.











