Image

Di Antara Trotoar dan Perut yang Harus Terisi

2–3 menit

Cerita Pedagang Kaki Lima di Jalan Veteran Malang

Suasana di kawasan Jalan Veteran, Malang, selalu ramai orang. Deretan pedagang kaki lima (PKL) dan pembeli memenuhi beberapa sudut jalan, menawarkan berbagai makanan, minuman. Bagi banyak warga, keberadaan mereka menjadi bagian dari denyut kehidupan kawasan tersebut.

Seorang pelanggan menilai kondisi di Jalan Veteran sebenarnya cukup baik. Namun, menurutnya, banyaknya pedagang yang berjualan di kawasan itu membuat situasi seperti sekarang sulit dihindari.

“Cukup baik sih, tapi kan sini rata-rata banyak orang yang berjualan. Mau nggak mau juga sih kalau mau digituin juga,” ujar Anggoro, Pembeli.

Di sisi lain, kebijakan penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Malang menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Mereka memahami bahwa pemerintah memiliki aturan yang harus ditegakkan. Namun, para pedagang juga berharap ada solusi yang tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga memperhatikan nasib mereka setelah ditertibkan.

Aska di gerobak starling-nya., Jln Vetreran, Malang. Foto : Parlin Pakpahan.

Salah seorang pedagang mengaku tidak berniat melawan aturan pemerintah. Ia justru berharap adanya penataan yang lebih jelas agar pedagang tetap bisa mencari nafkah tanpa mengganggu ketertiban kota.

“Bukannya kita tidak menaati peraturan. Setidaknya kalau kita diusir atau direlokasi, ada tempat yang disediakan. Veteran ini ditata bagaimana supaya tata letak kotanya indah,” kata Mikta, Salah satu Pedagang di Jalan Veteran.

Menurutnya, keberadaan Pedagang Kaki Lima juga memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah. Banyak pedagang yang menggantungkan kebutuhan hidup keluarga dari hasil berjualan setiap hari di pinggir jalan.

“Pedagang eceran itu membantu perekonomian UMKM. Bukannya kita menantang pemerintah, bukan. Cuma kan urusan perut,” lanjutnya.

Ungkapan “urusan perut” menjadi gambaran sederhana tentang realitas yang dihadapi banyak Pedagang Kaki Lima. Bagi mereka, berjualan bukan sekadar pilihan pekerjaan, tetapi cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika lokasi berjualan ditertibkan, muncul kekhawatiran tentang bagaimana mereka akan mendapatkan penghasilan.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk menjaga fungsi trotoar, ketertiban lalu lintas, dan keindahan kota. Kawasan Jalan Veteran yang menjadi salah satu jalur penting di Kota Malang membutuhkan penataan agar tetap nyaman digunakan oleh masyarakat.

Karena itu, persoalan Pedagang Kaki Lima di Jalan Veteran bukan hanya soal boleh atau tidak boleh berjualan. Ada dua kepentingan yang sama-sama penting untuk diperhatikan. Pemerintah ingin menciptakan ruang kota yang tertata, sementara pedagang ingin tetap memiliki kesempatan mencari nafkah.

Bagi sebagian warga, solusi terbaik mungkin bukan sekadar penertiban, melainkan penataan yang melibatkan para pedagang. Dengan lokasi yang jelas dan pengaturan yang baik, kawasan Jalan Veteran bisa tetap rapi tanpa menghilangkan sumber penghasilan masyarakat kecil.

Di tengah perdebatan mengenai penertiban Pedagang Kaki Lima, satu hal yang pasti: di balik gerobak dan lapak sederhana, ada banyak cerita tentang perjuangan hidup yang terus berjalan setiap hari di sudut-sudut Kota Malang.

Related Posts

Surat Rapat Internal Bocor, Benarkah Ada “Hasil Zoom” yang Gegerkan Publik?

Kutive.id – Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya narasi mengenai dugaan “hasil Zoom” yang disebut-sebut berkaitan dengan pembahasan…

ByByARGA VEMAS AKBARTIAN Jul 12, 2026

Gap Year Mulai Dijadikan Opsi Bagi Anak Muda Indonesia di 2026

Tivfriends! Bayangin baru aja lulus SMA. Teman-temanmu sudah sibuk daftar SNBT, ikut ospek, atau mulai membahas kehidupan kampus.…

ByByAdibah Aritya Jul 12, 2026

Beauty Privilege Ketika Penampilan Lebih Didengar daripada Kemampuan

Hai Tivfriends! – Kamu pernah nggak, memperhatikan dua orang dengan kemampuan yang sama persis, tapi salah satunya jauh…

ByByshinta rahayu Jul 12, 2026

Di Balik Tren Self Reward, Ada Risiko Impulsive Buying

Hai Tivfriends! – Habis gajian atau selesai deadline, checkout keranjang online rasanya udah kayak ritual wajib. “Kan capek…

ByByshinta rahayu Jul 12, 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *